February 3, 2017

Surat Usia

February 3, 2017
1.
ibu,
jika boleh, ijinkan saya kembali ke rahimmu, surga itu, tempat paling nyaman dan aman.
menghindari segala buas diluar, merayakan hari ini, berselimut peluk hangat tubuhmu.

bu,
terima kasih untuk waktu yang selalu kamu jaga, berusaha menjadi orang pertama yang mengingat hari ini, memastikan saya selalu baik-baik saja, meski terkadang saya bertingkah sesukanya.
maaf.

2.
senyum dan pelukmu selalu menyambut ketika saya pulang, tubuh yang dulu kekar, kini mulai renta didalam lengan saya.

ayah,
meski perlu diingatkan, hari ini kamu memeluk saya lagi.
saya lihat rambut hitammu semakin berkurang, maaf jika sering menjadi beban pikiran.

terima kasih untuk selalu menganggap saya lelaki kecil yang tetap butuh perlindunganmu.
saya akan baik-baik saja, dan tetap mendoakan untuk kesehatanmu, ayah.

3.
ibu, ayah,
hari ini saya ingin sekali merayakan ulang tahun saya yang ketujuh, bersama kakak, musuh pertama didalam hidup saya.
saya dan kakak berdiri didepan teman-teman, menerima kado pensil dan buku dari mereka, satu-persatu.
lalu doa-doa mengalir sembari saya dan kakak meniup lilin yang sedari tadi menyala.

semoga saya bisa bermanfaat untuk orang lain.
selamat merayakan hari ini.


Malang, 03 Februari 2017

Baca Selengkapnya »

November 3, 2016

Seruni

November 3, 2016
Tiba waktunya Oktober pamit,
merapikan segala perkakas diatas panggung tahun ini.
Lalu November memulai pentas, 
menyiapkan kejutan-kejutan yang hanya diketahui oleh ia sendiri.

Di salah satu kota, 
November menjadi duka atas kematian-kematian yang tidak pernah diinginkan.
Namun tidak di kotaku, 
hari ini Seruni lahir kembali, 
bersama dengan segala kebahagiaan-kebahagiaan yang ia ciptakan.

Seruni mekar, dan tak pernah layu.
Semoga.
Selamat lahir kembali, Seruni.

03 November 2016
Dwi Ma'ruf Alvansuri
Baca Selengkapnya »

July 5, 2016

Setahun Sekali

July 5, 2016
(Teruntuk M)

1/
Setahun sekali,
kita menikmati kota Malang.
Dingin yang menyusup,
hening yang bergeming.
temani detik yang mengiring.

2/
Diatas aspal yang menggigil,
punggungku akan lebih bahagia dari biasanya.
Menerima pukulan-pukulan kecil darimu,
saat cerita-cerita hantu kuperdengarkan,
dan tawaku ikut bergabung meledekmu.

3/
Meja kafe tersenyum manis,
Cappuccino didepanku, minuman bertema strawberry pilihanmu,
saling sapa sembari memasang telinga.
Menyimak obrolan tentang hidup,
teman baru, kebodohan masa silam,
dosen menyebalkan,
pekerjaan yang tak ada habisnya,
tapi tentu tak pernah perihal percintaan.

4/
Entah kapan kau akan mengerti,
Malang tak melulu tentang pulang,
namun terkadang,
hanya untuk menjemput tawa renyah,
dan senyummu seorang.

Dwi Ma'ruf Alvansuri
*terinspirasi dari tulisan Faizal Iskandar dengan judul yang sama.
Baca Selengkapnya »

December 18, 2015

Rumah.

December 18, 2015
Mungkin, 
aku bukanlah rumah tuk kepulanganmu.
Namun,
sekotor-kotornya duka yang kau bawa,
pintu terbuka untukmu akan selalu ada.
Baca Selengkapnya »

November 3, 2015

Merayakan Hari Ini.

November 3, 2015


Hari ini aku ingin menjadi sepatu kesayanganmu,
kau pakai seharian,
tanpa peduli apa yang kau injak,
aku akan tetap melindungi telapak kakimu.

Hari ini aku ingin menjadi sweater kebanggaanmu,
kau tunjukkan kepada siapa saja,
tanpa peduli apapun aktivitasmu,
aku akan tetap berusaha membuatmu nyaman.

Hari ini aku ingin menjadi kasur di kamarmu,
meski kau tinggal pergi sedari pagi,
aku akan tetap menyambut rebahmu,
dan mengusir semua lelah yang merangkulmu.

Hari ini aku ingin menjadi jam dinding di kamarmu,
yang akan menggerakkan diri lebih lambat,
supaya bahagiamu bisa bertahan lebih lama.

Hari ini aku ingin menjadi telpon genggammu,
yang akan menciptakan senyum pada bibirmu,
ketika membaca pesan-pesan singkat dari keluarga dan teman-temanmu.

Jika diijinkan,
Hari ini aku ingin menjadi kekasihmu,
yang selalu kamu tunggu,
sebagai pelengkap,
dari semua kejutan-kejutan yang kamu terima.

Jika masih diijinkan lagi,
Hari ini aku ingin menjadi puisi pertama yang kau suka.
Meski tak ada rasa tertarikmu pada kata-kata,
ijinkan aku mendoakanmu dalam setiap baitku.
Aku ingin ditali pitakan Tuhan pada lembar-lembar doa yang terkirim hanya untukmu.
Lembaran doa untuk segala kebaikan,
diusiamu yang baru.
Selamat merayakan hari ini.


Jakarta, 3 November 2015

Dwi Ma'ruf Alvansuri
Baca Selengkapnya »
Dwi Ma'ruf Alvansuri © 2014